REMBUG STUNTING 2026
17 Juli 2026 09:12:03 WIB
Salam-SID; Rembuk stunting ini merupakan salah satu rangkaian pra musyawarah Kalurahan untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kalurahan tahun 2027, agar pembangunan di Kalurahan tidak hanya tertumpu di bidang infrastruktur saja tapi juga menyentuh bidang kesehatan.
Rembug Stunting tahun 2026 yang dilaksanakan pada hari Kamis (16/7) sesuai dengan jadwal yang dihadiri oleh Panewu Anom Kapanewon Patuk, Pendamping Desa, PLKB, UPT 1 Patuk, Lurah dan Pamong Kal. Salam, Bamuskal , Perwakilan Ketua RW dan RT, TP. PKK , KPM, Kader Posyandu/Kader KB, Karangtaruna, Gapoktan, LPMKal, pengurus KDKMP.
Dalam sambutannya Lurah Salam mengucapkan selamat datang dan ucapan terimakasih kepada semua tamu undangan yang telah menghadiri acara rembug stunting Kalurahan Salam, “Melalui Rembug Stunting ini, Kalurahan Salam berkomitmen yang kuat dalam menghadapi masalah stunting dan mencari solusi yang berkelanjutan. Dengan melibatkan berbagai pihak terkait, diharapkan RKPKal tahun 2026 akan mengimplementasikan langkah-langkah strategis yang efektif dalam pencegahan dan penanggulangan stunting.”ujarnya.
Adapun sebagai Narasumber yang pertama, Ibu Sri dari PLKB KapanewonPatuk menyampaikan “Ayah yang terlibat dalam pengasuhan anak, seperti mendampingi belajar, bermain, dan berkomunikasi secara positif, mampu membantu perkembangan kognitif dan sosial anak. Selain itu, hubungan emosional yang kuat antara ayah dan anak juga berpengaruh terhadap kestabilan psikologis anak, sehingga anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan mandiri. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan, diharapkan tercipta lingkungan keluarga yang harmonis dan mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh, serta berkontribusi dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Narasumber kedua dari UPT I Patuk, Ibu Siti menyampaikan Data Stunting yang ada diKapanewon Patuk, termasuk Kalurahan Salam yang di tahun ini sudah sangat baik, banyak sekali penurunannya.
Penyebab Stunting
1. Kekurangan Gizi: Pola makan yang tidak seimbang dan kekurangan asupan gizi penting seperti protein, vitamin, dan mineral.
2. Infeksi Berulang: Infeksi yang sering terjadi seperti diare dan infeksi saluran pernapasan bisa mengganggu penyerapan nutrisi.
3. Sanitasi yang Buruk: Kurangnya akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi yang memadai dapat menyebabkan anak-anak mudah terserang penyakit.
4. Kurangnya Pendidikan dan Pengetahuan: Rendahnya pengetahuan orang tua tentang gizi dan kesehatan anak.
Dampak Stunting
- Kognitif: Anak-anak yang stunting cenderung mengalami kesulitan belajar dan memiliki IQ yang lebih rendah.
- Fisik: Pertumbuhan fisik terhambat, sehingga tinggi badan anak lebih pendek dari standar usianya.
- Ekonomi: Anak yang stunting berisiko memiliki produktivitas yang rendah saat dewasa, sehingga mempengaruhi kesejahteraan ekonomi keluarga dan masyarakat.
Pencegahan Stunting
1. Peningkatan Gizi Ibu Hamil dan Menyusui: Ibu hamil harus mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang untuk mendukung perkembangan janin.
2. ASI Eksklusif: Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.
3. Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang Tepat: Setelah 6 bulan, berikan MP-ASI yang bergizi dan sesuai dengan kebutuhan bayi.
4. Pendidikan Gizi: Meningkatkan pengetahuan orang tua tentang pentingnya gizi seimbang dan cara penyediaannya.
5. Peningkatan Akses Sanitasi dan Air Bersih: Memastikan setiap keluarga memiliki akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak.
Peran Masyarakat dan Pemerintah Desa
- Penyuluhan dan Sosialisasi: Mengadakan kegiatan penyuluhan rutin tentang gizi dan kesehatan anak.
- Posyandu: Mengoptimalkan peran Posyandu dalam pemantauan tumbuh kembang anak dan pemberian makanan tambahan.
- Kerjasama dengan Lembaga Kesehatan: Bekerja sama dengan puskesmas dan dinas kesehatan untuk program-program pencegahan stunting.
- Pemberdayaan Masyarakat: Mengajak masyarakat aktif dalam kegiatan kesehatan dan kebersihan lingkungan.
Sesi Rembug Stunting di pimpin oleh ketua Bamuskal, Slamet Paryadi, dan telah menyepakati beberapa Program yang nanti akan di bawa ke musyawarah RKP serta utusan peserta rapat untuk mengawal program tersebut.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Padukuhan
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |











